Minggu, 25 Januari 2015

Ingatlah hari Ini



Aku duduk di atas sebuah tempat tidur sambil memandangi tetes demi tetes air hujan yang jatuh di kaca jendela kamar. Mataku menerawang, jiwaku menari-nari pada ingatan masa lampau. Ingiiin sekali rasanya ku berlari menuju anugerah tuhan, yang sering kali orang cemooh kehadirannya -hujan-. Dulu aku dan mereka selalu bersama-sama menari diantara tetesan-tetesan air. Seakan menantang langit untuk menurunkan lebih banyak lagi bebannya. Sekarang... semua terasa berbeda.
-5 Tahun yang Lalu-
“heeeyyyyy.. tungguuu” uuh selalu saja begini, aku tak bisa mengejar mereka. Gini deh resiko orang berbadan berisi. Kalian lihat? Di ujung sana mereka tengah bersantai menikmati indahnya ciptaan Allah. Sementara aku? Susah payah berlari mengejar mereka. Astagfirullah, ya Allah maafkan hambamu yang selalu menggerutu ini.
Namaku Asri Rahmawati. Aku seorang siswi kelas 2 di salah satu SMA Negeri di Bandung. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Aku punya seorang adik perempuan. Dan kalian tahu? Dia sangat menyebalkan. Kenapa aku katakan menyebalkan? Karena setiap apa yang aku punya pasti harus jadi milik dia. Ngeselin kan? Oke untuk sekarang kita tak usah bahas adikku itu. Aku berasal dari keluarga yang sederhana, kalau kata bapakku keluarga yang pas-pasan. Pas untuk makan, pas untuk aku dan adikku jajan, pas untuk biaya sekolah, pas untuk beli laptop, pas untuk kredit motor dan pokonya pas untuk segalanya deh. Itulah gambaran keluargaku. Sama seperti keluarga lain pada umumnya. Aku punya 4 orang sahabat, dan kami sudah bersahabat dari kelas satu SMP. Banyak hal yang telah kami lewati bersama-sama baik itu senang maupun sedih. Walaupun kami sekolah di SMA yang berbeda-beda tapi kami selalu menyempatkan waktu untuk jalan-jalan bersama. Seperti kali ini kami tengah jalan-jalan di sebuah bukit yang orang-orang sekitar sebut bukit bintang.
“Tuh kan, kalian selalu begitu. Mentang-mentang kuat lari aku selalu ditinggalin.” keluhku.
“hehe... sory deh Ci. Nggak maksud kaya gitu ko.” Ucap temanku yang bernama ikma
“udah ah Ci, jangan cemberut terus. Cemberutnya kamu itu malah mengotori keindahan ciptaan allah yang terbentang dihadapan kita.” Ucap marina sambil menunjuk hamparan kebun dan puluhan rumah di depan tempat kami berdiri.
“Subhanallah, indah ya. Untung aku baik jadi nggak bisa marah lama sama kalian deh.” Ucapku sambil tersenyum senang melihat mahakarya allah yang luar biasa indahnya.
“semoga persahabatan kita akan tetap indah samapai akhir nanti. Sampai kita mencapai cita-cita kita, bahkan sampai kita telah dipanggil oleh Allah nanti. Aku sangat ingiiin sekali di akhirat nanti Allah mempertemukan kita lagi. ” ucap Alfi salah seorang sahabatku
“Amiiiin...” Ucap kami serempak.
“Eh, sebenarnya impian terbesar kalian itu apa sih? Kalau aku kan pengen jadi pengusaha kue. Yani’s Bakery... “ ucap yani dengan senyum kebanggaan.
“aku... aku... akuuu pengen jadi wanita karir, yang kerjanya dikantoran. Diruang ber-AC.” Ucap Marina dengan lantang dan muka yang berseri-seri.
“kalau, akuuu pengen jadi dokter anak. Biar aku nggak nggak terlalu stres terus. Anak-anak kan bisa bikin hidup kita lebiiih berwarna. Hehe...”ucap ikma dengan cengiran khasnya.
“aku mau jadi ketua dinas pertanian aja ah. Biar bisa bikin program penghijauan sebanyak-banyaknya. Meminimalisir dampak globalisasi dan bencana alam. Hebatkan?” ucap Alfi.
Aku hanya bisa tersenyum mendengar impian-impian besar mereka seraya mengamininya.
“kalau kamu mau jadi apa Ci?” tanya yani.
 “aku cuma mau jadi orang baik aja.” Ucapku penuh arti.
“yah, masa cuma kaya gitu? Semua orang juga pengen kali jadi orang baik. Nggak seru ah impianmu.” Cibir ikma
“tapikan orang baik itu relatif. Nggak semua bisa jadi orang baik.” Sangkalku.
“emang orang baik seperti apa sih yang kamu pengen Ci?’ tanya yani
“orang baik yang selalu ada disaat yani butuh. Saat toko bakery yani rame pengunjung dan kewalahan aku bakal jadi orang terdepan yang bantu yani. Jadi orang baik yang selalu bisa hadir disaat marin butuh teman dan cape akan pekerjaannya. Jadi orang baik yang selalu siaga bantu ikma saat ikma kewalahan menangani pasien anak-anaknya. Dan jadi orang baik yang akan selalu ada disaat alfi butuh bantuan untuk melaksanakan program penghijauannya. Pokonya jadi orang baik yang dapat berguna bagi orang lain.” Ucapku panjang lebar memaparkan impianku. Mereka berempat menatapku dengan tatapan yang sulit aku artikan.
Aciiii....”ucap mereka serempak sambil tiba-tiba menubruk tubuh gempalku dan memelukku secara bersamaan.
“kita dipertemukan karena allah. Kita saling membutuhkan karena Allah. Dan aku menyayangi kalian karena Allah.” Ucapku diselalsela pelukan mereka.
Tes tes tes
Tiba-tiba kurasakan titik-titik air mulai membasahi jilbabku. Kutolehkan pandanganku ke atas dan ternyata langit mulai menumpahkan bebannya. Akhir-akhir ini kota dengan julukan ‘kota kembang’ ini mamang sering di guyur hujan.
“hey, hujan nih. Ayo kita cepat-cepat cari tempat untuk berteduh.” Ucapku seraya melepaskan pelukan mereka.
“ah cemen kamu, biasanya juga kita hujan-hujanan.” Ucap ikma
“bukan gitu, tapi akhir-akhir ini cuaca sedang tak baik. Jadi kita... heey!” belum sempat aku menyelesaikankata-kataku mereka berempat telah berhasil merebut tas yang tadi ada di genggamanku.
“hey kembalikan tasku nanti basah tasnya.”seruku
Mereka seakan tak mendengar perkataanku dan terus menghindar dariku membawa tasku. Jadilah kami semua berkejar-kejaran dibawah guyuran hujan. Entah siapa yang memulai tapi saat ini kita tengah tersenyum riang dibawah guyuran hujan sambil bernyanyi-nyanyi....
Kawan dengarlah
Yang akan aku katakan
Tentang dirimu Setelah selama ini
Ternyata kepalamu Akan selalu botak
Eh, Kamu kaya gorila

Cobalah kamu ngacaItu bibir balapan
Dari pada gigi lu
Kayak kelinci
Yang ini udah gendut
Suka marah-marah
Kau cacing kepanasan
Tapi ku tak perduli
Kau selalu di hati

Reff:Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti
Kita t'lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini

Ketika kesepian menyerang diriku
Gak enak badan resah tak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku

Don't you worry just be happy
Temanmu di sini
Kembali ke Reff

Don't you worry don't be angry
Mending happy-happy
Kembali ke Reff 2x

Sudut bibirku tertarik sehingga membentuk sebuah  senyuman mengingat semua kenangan itu. Mungkin untuk saat ini aku tak berada disamping mereka. Tapi aku tak akan pernah melupakan impianku yang selalu ingin berada didekat mereka. Walaupun sekarang aku kuliah di tempat yang jauh dari mereka tapi mereka akan selalu jadi orang yang berarti dalam hidupku. Carilah sahabat yang memang tulus berteman denganmu. Bangunlah persahabatan dengan cinta dan kasih sayang. Dan ingat, sahabat yang baik nggak akan pernah mencari-cari kesalahan temannya sendiri. Kita hanya akan saling menginatkan. Salam untuk sahabat-sahabat terbaikmu......




Tidak ada komentar:

Posting Komentar