Senin, 24 Maret 2014

Perubahan



     Angin musim penghujan disini tak sama dengan disana. Aku rindu semuanya. Angin yang menusuk sampai ke tulang-tulang, puluhan pohon bambu bahkan tanah yang melekat pada sepatupun sangat aku rindukan. Hal yang dulu aku anggap menyebalkan sekarang sangat aku rindukan. Mungkin agak sedikit lebay tapi disini aku merasakn kehilangan terlalu banyak. Sekarang aku percaya bahwa kita akan menganggap sesuatu itu berharga setelah kita kehilangannya.
     
      Aku masih ingat bagaimana mantapnya tekadku untuk datang kesini.  Mungkin kalau dulu aku tau akhirnya akan seperti ini aku tak akan pernah memutuskan untuk kesini. Sekarang aku sudah melangkah sejauh ini, dan aku tak mau menyesalinya.
     
      Cerminan diriku yang hilang, kemana aku harus mencari penggantinya? Padahal hanya karena tersenggol sedikit tapi cermin itu pecah, hancur berantakan. Cermin yang aku jadikan tongkat penyangga hidupku selama 17 tahun hancur hanya dalam beberapa bulan. Sahabat yang dulu selalu aku rasakan keberadaannya sekarang mulai menghilang perlahan. Dulu aku juga selalu merasa kesepian tapi tak pernah sesepi ini. Untuk mendapatkan seorang teman untuk tempat saling berbagipun begitu sulit. Apa aku terlalu berbeda disini?  Aku memang belum bisa bahasa melayu dan bahasa indonesiaku pun agak berlogat sunda. Dan kadang aku tak bisa membedakan antara “P” dan “F”. Apakah semua sebatas bahasa? Atau suku? Aku juga pengen seperti kalian yang disana. Yang kini telah mendapatkan sahabat baru kalian.
Hm... beginilah susahnya jadi seseorang yang susah bersosialisasi. Novel-novel, cerbung-cerbung yang selama SMA selalu menemaniku juga mulai menghilang. Sekarang tak banyak yang melanjutkan cerbungnya. Semuanya mulai tumbuh dan sibuk dengan dunia baru mereka. Dulu waktu SMA aku masih bisa bertahan karena aku masih punya cermin untuk diriku atau bisa dikatakan seseorang yang aku jadikan contoh. Banyak cerbung karya anak bangsa yang selalu memotivasiku. Aku mulai cape. Semangatku mulai turun. Yang aku lakukan terasa tak sepenuh hati aku jalani.
     
    

Ya Allah permudahlah jalanku kedepan. Kuatkan aku untuk menjalani kerasnya hidup ini. Jadikanlah aku hamba-Mu yang selalu istiqomah di jalan-Mu.