Sabtu, 04 Februari 2012

You're My Best Friend

Still clean in my memory about that day. Day where we meet. Either intentionally or because the will of god. Intially there was nothing special in our meetings. We're just a bunch of kids who jusst entered junior high school, and even we first met is still using the red white uniforms. As time goes by mutual love one another grows by itself. many things we have been throught together from joke of quarrel. They are my good friend. Always understand the problems facing his friend. Althoug now we seldom meet because of different school but I will always love them. I always remember thet last word, they said to me at the time of parting school "We Will Remain Best Friend Now and Forever"

Dering ponsel siapa???

Aku duduk termangu di depan jendela kamarku. Pandanganku menerawang menatap rintikan air yang membasahi bumi. Sudut bibirku tertarik sedikit sehingga menciptakan seulas senyum tipis. Ingatanku kembali berputar pada kejadian siang itu....

Mentari sepertinya masih malu-malu menampakkan sinarnya. Aku duduk di bangkuku menunggu guru masuk. Kelasku begitu ribut layaknya sebuah pasar yang tak pernah sepi akan pengunjung. Mereka sibuk menggelar turnamen catur yang sedang menjadi trend topik di kelasku. Ditengah kehebohan itu tiba-tiba seorang laki-laki paruh baya masuk meminta maaf dan mengatakan bahwa ia tidak bisa mengajar. Layaknya orang yang kecewa seisi kelas berkata “ yaaahhh....”. padahal dalam hati mereka bersorak. Setelah pak edward keluar semua kembali ke aktivitas semula yaitu turnamen catur. Kelas semakin tak terkendali. Bukannya mengerjakan tugas kita semua malah ribut. Beberapa menit kemudian pak edward kembali masuk. Para pemain caturpun langsung membereskan pion-pion catur yang mereka gunakan tadi. Dengan senyum yang tersungging di wajahnya pak edward pun mengatakan bahwa ia tidah jadi pergi dan akan mengajar. Semua bersorak "gembira" sambil menepuk jidatnya masing-masing. 

Pelajaran dimulai dengan keheningan. Semuanya masih syok karena tak jadi bebas. Di tengah pembelajaran tiba-tiba terdengar suara nada ponsel. Semuanya diam mencoba mencari asal suaranya. Seisi kelas pun menegang. Dengan suara baritonnya pak edward memecah keheningan dengan menanyakan siapa yang membawa ponsel. Tak ada satupun yang menjawab. Sedangkan suara dering ponsel itu terus mengalun. Suasana kembali hening..... hening.... dan hening.... pak edward pun merogoh saku celananya ternyata suara nada ponsel tersebut berasal dari ponsel miliknya. Dengan muka tanpa bersalahnya ia membaca pesan yang masuk ke ponselnya. Seketika itu semuanya kembali rilek dan ribut. Semuanya tertawa menlihat tingkah konyol pak edward yang tak hapal nada dering ponselnya sendiri. Aku masih ingat bagaimana reaksi pak edward saat mengetahui bahwa nada dering itu berasal dari ponselnya. Begitu datar dan tak ada rasa malu.


sebenarnya, ini itu cerita yang aku bikin untuk tugas bahasa inggris...
kemarin aku publish di blog yang satunya. tapi karena gak bisa dibuka jadi di publish lagi di sini.