Aku
duduk di atas sebuah tempat tidur sambil memandangi tetes demi tetes air hujan
yang jatuh di kaca jendela kamar. Mataku menerawang, jiwaku menari-nari
pada ingatan masa lampau. Ingiiin sekali rasanya ku berlari menuju anugerah
tuhan, yang sering kali orang cemooh kehadirannya -hujan-.
Dulu aku dan mereka selalu bersama-sama
menari diantara tetesan-tetesan
air. Seakan menantang langit untuk menurunkan lebih banyak lagi bebannya.
Sekarang... semua terasa berbeda.
-5 Tahun yang Lalu-
“heeeyyyyy.. tungguuu” uuh selalu saja
begini, aku tak bisa mengejar mereka. Gini deh resiko orang berbadan berisi.
Kalian lihat? Di ujung sana mereka tengah bersantai menikmati indahnya ciptaan
Allah. Sementara aku? Susah payah berlari mengejar mereka. Astagfirullah, ya
Allah maafkan hambamu yang selalu menggerutu ini.
Namaku Asri Rahmawati. Aku seorang siswi kelas 2 di
salah satu SMA Negeri di Bandung. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Aku
punya seorang adik perempuan. Dan kalian tahu? Dia sangat menyebalkan. Kenapa
aku katakan menyebalkan? Karena setiap apa yang aku punya pasti harus jadi
milik dia. Ngeselin kan? Oke untuk sekarang kita tak usah bahas adikku itu. Aku
berasal dari keluarga yang sederhana, kalau kata bapakku keluarga yang pas-pasan.
Pas untuk makan, pas untuk aku dan adikku jajan, pas untuk biaya sekolah, pas
untuk beli laptop, pas untuk kredit motor dan pokonya pas untuk segalanya deh.
Itulah gambaran keluargaku. Sama seperti keluarga lain pada umumnya. Aku punya
4 orang sahabat, dan kami sudah bersahabat dari kelas satu SMP. Banyak hal yang
telah kami lewati bersama-sama
baik itu senang maupun sedih. Walaupun kami sekolah di SMA yang berbeda-beda
tapi kami selalu menyempatkan waktu untuk jalan-jalan
bersama. Seperti kali ini kami tengah jalan-jalan
di sebuah bukit yang orang-orang sekitar sebut bukit bintang.
“Tuh kan, kalian selalu begitu. Mentang-mentang
kuat lari aku selalu ditinggalin.” keluhku.
“hehe... sory deh Ci. Nggak maksud kaya
gitu ko.” Ucap temanku yang bernama ikma
“udah ah Ci, jangan cemberut terus. Cemberutnya
kamu itu malah mengotori keindahan ciptaan allah yang terbentang dihadapan
kita.” Ucap marina sambil menunjuk hamparan kebun dan puluhan rumah di depan
tempat kami berdiri.
“Subhanallah, indah ya. Untung aku baik
jadi nggak bisa marah lama sama kalian deh.” Ucapku sambil tersenyum senang
melihat mahakarya allah yang luar biasa indahnya.
“semoga persahabatan kita akan tetap
indah samapai akhir nanti. Sampai kita mencapai cita-cita kita, bahkan sampai
kita telah dipanggil oleh Allah nanti. Aku sangat ingiiin sekali di akhirat
nanti Allah mempertemukan kita lagi. ” ucap Alfi salah seorang sahabatku
“Amiiiin...” Ucap kami serempak.
“Eh, sebenarnya impian terbesar kalian
itu apa sih? Kalau aku kan pengen jadi pengusaha kue. Yani’s Bakery... “ ucap
yani dengan senyum kebanggaan.
“aku... aku... akuuu pengen jadi wanita
karir, yang kerjanya dikantoran. Diruang ber-AC.” Ucap Marina dengan lantang
dan muka yang berseri-seri.
“kalau, akuuu pengen jadi dokter anak.
Biar aku nggak nggak terlalu stres terus. Anak-anak kan bisa bikin hidup kita
lebiiih berwarna. Hehe...”ucap ikma dengan cengiran khasnya.
“aku mau jadi ketua dinas pertanian aja
ah. Biar bisa bikin program penghijauan sebanyak-banyaknya. Meminimalisir
dampak globalisasi dan bencana alam. Hebatkan?” ucap Alfi.
Aku hanya bisa tersenyum mendengar
impian-impian besar mereka
seraya mengamininya.
“kalau kamu mau jadi apa Ci?” tanya yani.
“aku
cuma mau jadi orang baik aja.” Ucapku penuh arti.
“yah, masa cuma kaya gitu? Semua orang
juga pengen kali jadi orang baik. Nggak seru ah impianmu.” Cibir ikma
“tapikan orang baik itu relatif. Nggak
semua bisa jadi orang baik.” Sangkalku.
“emang orang baik seperti apa sih yang
kamu pengen Ci?’
tanya yani
“orang baik yang selalu ada disaat yani
butuh. Saat toko bakery yani rame pengunjung dan kewalahan aku bakal jadi orang
terdepan yang bantu yani. Jadi orang baik yang selalu bisa hadir disaat marin
butuh teman dan cape akan pekerjaannya. Jadi orang baik yang selalu siaga bantu
ikma saat ikma kewalahan menangani pasien anak-anaknya. Dan jadi orang baik
yang akan selalu ada disaat alfi butuh bantuan untuk melaksanakan program
penghijauannya. Pokonya jadi orang baik yang dapat berguna bagi orang lain.”
Ucapku panjang lebar memaparkan impianku. Mereka berempat menatapku dengan
tatapan yang sulit aku artikan.
“Aciiii....”ucap
mereka serempak sambil tiba-tiba menubruk tubuh gempalku dan memelukku secara
bersamaan.
“kita dipertemukan karena allah. Kita
saling membutuhkan karena Allah. Dan aku menyayangi kalian karena Allah.”
Ucapku diselalsela pelukan mereka.
Tes tes tes
Tiba-tiba kurasakan titik-titik air
mulai membasahi jilbabku. Kutolehkan pandanganku ke atas dan ternyata langit
mulai menumpahkan bebannya. Akhir-akhir ini kota dengan julukan ‘kota kembang’
ini mamang sering di guyur hujan.
“hey, hujan nih. Ayo kita cepat-cepat
cari tempat untuk berteduh.” Ucapku seraya melepaskan pelukan mereka.
“ah cemen kamu, biasanya juga kita
hujan-hujanan.” Ucap ikma
“bukan gitu, tapi akhir-akhir ini cuaca
sedang tak baik. Jadi kita... heey!” belum sempat aku menyelesaikankata-kataku
mereka berempat telah berhasil merebut tas yang tadi ada di genggamanku.
“hey kembalikan tasku nanti basah
tasnya.”seruku
Mereka seakan tak mendengar perkataanku
dan terus menghindar dariku membawa tasku. Jadilah kami semua berkejar-kejaran
dibawah guyuran hujan. Entah siapa yang memulai tapi saat ini kita tengah
tersenyum riang dibawah guyuran
hujan sambil bernyanyi-nyanyi....
Kawan
dengarlah
Yang
akan aku katakan
Tentang
dirimu Setelah
selama ini
Ternyata
kepalamu Akan
selalu botak
Eh,
Kamu kaya gorila
Cobalah
kamu ngacaItu bibir balapan
Dari
pada gigi lu
Kayak
kelinci
Yang
ini udah gendut
Suka
marah-marah
Kau
cacing kepanasan
Tapi
ku tak perduli
Kau
selalu di hati
Reff:Kamu
sangat berarti
Istimewa
di hati
Selamanya
rasa ini
Jika
tua nanti
Kita
t'lah hidup masing-masing
Ingatlah
hari ini
Ketika
kesepian menyerang diriku
Gak
enak badan resah tak menentu
Ku
tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat
teman-temanku
Don't
you worry just be happy
Temanmu
di sini
Kembali ke Reff
Kembali ke Reff
Don't
you worry don't be angry
Mending
happy-happy
Kembali ke Reff 2x
Kembali ke Reff 2x
Sudut
bibirku tertarik sehingga membentuk sebuah
senyuman mengingat semua kenangan itu. Mungkin untuk saat ini aku tak
berada disamping mereka. Tapi aku tak akan pernah melupakan impianku yang
selalu ingin berada didekat mereka. Walaupun sekarang aku kuliah di tempat yang
jauh dari mereka tapi mereka akan selalu jadi orang yang berarti dalam hidupku.
Carilah sahabat yang memang tulus berteman denganmu. Bangunlah persahabatan
dengan cinta dan kasih sayang. Dan ingat, sahabat yang baik nggak akan pernah
mencari-cari kesalahan temannya sendiri. Kita hanya akan saling menginatkan.
Salam untuk sahabat-sahabat terbaikmu......






